1778062924406

Dibilang Tak Sesuai Lapangan, Menkeu Buka Rahasia Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi

Sumaterapos, 11 Mei 2026 – Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 sebesar 5,61% memicu beragam reaksi. Ada yang meragukan kesesuaiannya dengan kondisi nyata di lapangan, ada pula yang menilai angka ini cukup tinggi. Menanggapi keriuhan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkomentar lugas: “Kalau angka jelek, ribut. Angka tinggi, ribut juga.”

Di kantornya, Purbaya menegaskan capaian tersebut bukan angka sembarangan. Menurutnya, pertumbuhan ini wajar karena dipengaruhi efek dasar rendah (low base effect) dan faktor musiman yang biasa terjadi di kuartal pertama. Lebih dari itu, ia menekankan tren ekonomi jelas bergerak naik, bahkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pun sudah diakui dan dihormati oleh berbagai negara asing.

Apa yang membuat ekonomi bisa tumbuh? Jawaban Purbaya: likuiditas yang dijaga ketat dan belanja pemerintah yang dipercepat. “Saya pastikan likuiditas lancar supaya sektor swasta bisa bergerak. Belanja pemerintah triwulan ini dikejar agar dampaknya terasa merata sepanjang tahun,” ujarnya.

Contoh nyata langkah itu terlihat dari pembayaran subsidi pupuk dan kompensasi ke Pertamina yang diselesaikan lebih awal, hingga penyaluran dana belanja ke daerah seperti Aceh. Menurut dia, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah punya dampak nyata bagi roda perekonomian.

Satu sorotan utama lainnya adalah konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52%. Angka ini, kata Purbaya, adalah bukti nyata daya beli masyarakat membaik. “Didukung kebijakan pemerintah dan momen hari raya, pertumbuhan setinggi ini tak mungkin terjadi kalau daya beli belum pulih,” jelasnya.

Purbaya berjanji tak berhenti di sini. Berbagai kebijakan akan terus dilanjutkan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan makin kuat ke depan, sekaligus menjawab segala keraguan yang masih ada di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *